Selasa, 02 Februari 2016

Lembang (Kesasar di Jawa Barat part 1)



Rabu (27 Januari 2015) minggu lalu, aku bingung mau ngapain. Di Bandung enggak punya bayangan mau kemana aja.
Ya udah deh, aku pinjem motor kakak sepupu aku buat keliling Bandung.
Berdua bareng adik sepupuku, kita berdua muter-muter aja sih.
eh, tau-tau sampai di Lembang.
Uwoow... hahaha..

Rumah Hobbit yang lagi ngehitz itu.

BUKAN JALAN UMUM !!!
 
Eh.. Kita ngelewatin Farm House nih. Yaudah deh, kita masuk aja.
Lumayan mahal sih dengan luasan lahan segitu dan farm nya cuma seuprit. Tiket masuk untuk berdua dan parkir motor seharga Rp 45.000,00.
Diluar ekspektasi.
Iya sih, memang, di setiap sudutnya bagus untuk foto.
Tapi yang namanya kecewa ya tetep aja kecewa.
Weekday pun padet banget kayak weekend.
Okelah. Aku kasih ulasan singkat aja ya soal FarmHouse.

Nih, tiket parkir motornya.

Gini nih...
Ketika kita masuk, kita akan ditarikin tket masuk plus parkir. nah, si tiket ini nanti dapat ditukarkan susu murni (Katanya sih, tapi setelah aku minum, akunya jadi mules. Padahal aku tiap hari minum susu segar loh! langsung dari peternakan.) atau satu sosis ukuran sedang (menurutku sih ukurannya nggak sepadan sama harga tiketnya. Hahahah..).
Setelah menukarkan tiket dengan susu, kami berjalan-jalan menyusuri jalan pavingblock dengan akar-akar kayu tua sebagai pagarnya.
Ada banyak tempat duduk dari kayu besar di samping kanan-kirinya (yang pasti buat modalin nih kayu-kayu sama akar-akar sebagai pagar enggak sedikit yaw).
Ada sebuah rumah mungil bergaya eropa. tempat ini dijadikan tempat tennant untuk berjualan pernak-pernik milik mereka. Kalian bisa membeli gembok cinta di tennant ini.
Kalian juga bisa ke halaman belakang rumah mungil ini. Disana ada pagar besi yang sudah tergantung banyak gembok warna-warni. Di ujung jalan, kalian akan menemukan sebuah tempat seperti tempat utama penggantungan gembok cinta.


Taman gembok cinta.

Gembok-gembok cinta yang terpasang dalam 2 bulan sudah sangat banyak.


Oke, lanjut.
Dari situ, kita menuju ke bangunan besar (terdapat beberapa rumah berarsitektur Eropa). Bangunan pertama berisikan tempat oleh-oleh dan tennant roti bermerk tertentu. Bangunan ke dua dan ketiga adalah restoran ala Eropa. Di depan bangunan utama ada dua buah bangunan berlantai dua. Bangunan pertama, ruang depan digunakan untuk tennant juice. Ruang belakang digunakan untuk tennant pernak-pernik rumah. Lantai atas digunakan untuk penyewaan kostum Eropa dan tempat foto. Bangunan kedua untuk beberapa tennant (Ubi bakar dan apa aku lupa.).

Salah satu spot foto yang lumayan mainstream.

Di belakang restoran, kalian dapat menemukan taman bunga dan taman anggrek (vertical orchid garden).
Di ujung taman, ada jalan tembus menuju ruangan merokok dan tempat bersantai.

Satu hal nih, memang sih disediakan ruangan merokok. Tapi ASBAK nya mana??

Restoran terlihat dari tempat khusus merokok.

Keluar dari ruangan merokok, kalian akan menemukan air terjun buatan. Jika anda mengambil ke kiri (ke kanan jika dari pintu masuk), kalian akan menemukan tennant Rumah Sosis, taman kaktus, mini farm, dan yang paling fenomenal adalah rumah Hobbit. Pengen sih sebenernya foto di rumah Hobbit nya. Tapi karena antri nya mengulaarr.. Jadi males deh. Badmoodnya nambah. Hahaha...

Kelinci di mini farm.
Karena baru diresmikan bulan Desember 2015 kemarin, FarmHouse masih dilakukan pembenahan di beberapa sudut. Bagian yang terlihat jelas sedang diperbaiki adalah bagian mini farm. Mungkin akan ada tambahan ternak baru nanti, karena sedang dibuat kandang di bagian barat minifarm.


Sayang, karena sudah badmood dari awal, aku nggak ngambil banyak foto. Terlalu ramai dan sempit.
Tanaman-tanaman di taman rumah hobbit juga banyak yang menghitam. Entah mati atau layu. Nggak sedap lah dipandang. Kemudian rumput-rumput di bagian samping ruang khusus merokok juga terlihat sekarat. Terlihat sengsara karena terlalu sering terinjak, sehingga warnanya hijau cenderung coklat.
Dilihat dari tata kelola tempat dan bangunannya, FarmHouse menghabiskan modal yang sangat banyak. Penilaianku sama sepupuku aja sih.

Farm House kurang cocok untuk wisata keluarga sih menurutku. Lebih cocok untuk hunting foto aja.
Huhuu...
Enggak puas deh kesini.


 Enggak mau lama-lama di FarmHouse, kami langsung cuss..
Kemana?
Haha..
Kami juga enggak tau.
Yaudah deh, kita jalan ke Jl. Maribaya.
Disana kita mampir ke Taman Bunga Begonia.
Asiiikkk...
Hahahaa...

Taman Bunga Begonia dengan latar belakang Patahan Lembang.

Murah loh, masuk cuma Rp. 8.000,00 aja (dibandingkan FarmHouse).
Saat masuk, di sisi kanan ada tempat topi anyaman. kalian boleh kok meminjamnya untuk berfoto atau berlindung dari panas, karena ini termasuk fasilitas. Eits.. Ingat! Jangan dibawa pulang. Hahaha..

Mata puas temanjakan dengan tatanan bunga-bunga cantik, ditambah background taman ini adalah Patahan Lembang.
Waahh..
Cantik banget!!!
Disini pihak pengelola bermain dengan penataan warna bunga, tempat duduk, dan tempat bermain yang asik untuk berfoto.

Taman yang cantik dengan taman bermain.

Cafe pojok Glory tampak dari depan.

Selain taman, ada juga cafe disini. Namanya cafe pojok Glory.
Kami nggak pesen apapun sih disini, karena harganya enggak cocok dikantong.*tsaahhh...
Hahaha.. Kami numpang duduk aja sih disini.
Tempatnya enak buat santai. Cafe ini dibuat dari kayu-kayu dan ada ukiran di pintu masuknya.
Ada dua patung seksi juga sih. hahaha..
Eh, iya.  kursi dan mejanya juga dari kayu tebel gitu. Jadi serasa di rumah deh.
Selain cafe, disini juga disediakan aula yang lumayan luas, toilet dan mushola.
 

Cafe Pojok Glory

Jalan yang menghubungkan Taman Bunga Begonia dengan lahan pertaniannya.

Kental dengan suasana Imlek.

 Karena mendekati Imlek, pihak pengelola menghias taman dengan lampionilampion merah dan barongsai mini di tengah taman.

Oiya, kalau mau foto Pre-wedding disini bisa loh. ada banyak spott untuk foto, yang sepertinya memang di design untuk pre-wedding spot. cukup keluarin kocek Rp 250.000,00/2 jam pemotretan.

Selain taman bunga dan cafe, disini ada kelincinya juga. Kalau mau berinteraksi sama si imut-imut ini pengunjung harus membeli tiket seharga Rp. 10.000,00 saja. Disini juga disediakan sayur-sayuran segar yang baru di petik dari lahan pertanian yang letaknya di belakang Taman Bunga Begonia.

Taman Bunga Begonia cocok untuk berwisata bersama keluarga, kerabat, pacar ataupun sahabat.

Selada yang mereka budidayakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar