Selasa, 02 Februari 2016

Jelajah Pantai Selatan Malang (Main ke Jatim part 5)

Landmark Kota Malang : Patung Singo Arema
 Setelah puas menjelajah ke lumpur Lapindo, aku menginap di rumah mbak Maria di daerah Japanan. Kami berdua makan malam di warung nasi goreng yang keberadaannya hanya menyeberang jalan saja dari depan perumahan. Saat itu kami bertukar cerita banyak hal, sekaligus mengenang hangatnya Jambore Nasional Ring of Fire 1 di Kaligua. Selesai makan malam, kami bergegas ke rumah untuk beristirahat.

Petualangan dimulai saat selesai shalat subuh. Setelah mandi dan packing, aku berpamitan dan segera meluncur ke stasiun Malang Kota. 45 menit perjalanan memanglah hitungan waktu yang sangat cepat dengan berkendara Vario 110cc, karena jalanan masih lengang. Sesampainya di stasiun kota Malang  Baru, suasananya masih gelap dan sepi. disini aku bertemu mas Ris dari Jogja dan pak Eko dari Purworejo. Kami bercakap-cakap beberapa waktu sembari menunggu mbak Arris, mbak Reni dan mas Sadam. Mbak Arris datang dan mengajak kami berjalan-jalan di taman sekitar stasiun sembari menunggu mbak Reni dan mas Sadam. Kami berfoto di beberapa tempat. Ternyata pagi itu akan ada pawai disana.

Landmark taman kota Malang


Tugu di tengah-tengah kolam teratai.

Lelah berjalan-jalan, kami mencari tempat untuk sarapan. Kami kembali ke stasiun dan sarapan di warung yang ada di depan stasiun. Kami menikmati sarapan sembari bertukar cerita.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun muncul dan kami segera memulai perjalanan ke pantai Batu Bengkung.
Jalan yang kami lalui tidak mudah. Jalan menanjak dan menikung mendominasi perjalanan kali ini, tapi rasa lelah terbayarkan dengan pemandangan yang aduhai elok. Hahaii...

Kami berhenti sesaat di sebuah jembatan yang baru selesai dibangun. Bukan hanya jembatannya saja yang bagus, akan tetapi pemandangan sungainya juga sangat cantik. Bayangkan saja seperti Raja Ampat dalam Miniatur, seperti itu lah gambarannya. Pemandangan aslinya lebih bagus daripada foto saya. Hehe..




Jembatan menuju pantai Bajulmati dan Batu Bengkung

Sungai seperti miniatur Raja Ampat.

Selesai mengabadikan moment, kami langsung beranjak ke pantai Batu Bengkung, tapi terlebih dahulu kami melewati pantai Bajul Mati. Keren banget. Perpaduan antara jalan di jalur selatan yang melewati Pacitan dan pantai selatan di Lombok. Kami foto-foto di jalan ini saat akan kembali.
Oke. Cuss.. Aku ceritain gimana indahnya pantai Batu Bengkung.
ketika sampai di bibir pantai, hal yang terbersit pertama kali adalah pantai ini mirip dengan pantai Greweng di Gunungkidul. Tapi, ada semacam sungai alami di tepian pantainya. Dibatasi batu karang yang lumayan tinggi, sehingga wisatawan dapat berenang dengan aman di sungai/laguna ini karena memang tidak ada arus disini. Pada sisi lain dari pembatas karang ini, ombaknya begitu kencang, sehingga tidak dianjurkan untuk berenang disini karena langsung berbatasan dengan laut selatan.
Ternyata Batu Bengkung memiliki dua bibir pantai, satu bibir pantai menghadap ke selatan dan satu bibir pantai menghadap ke barat.
Aku berjalan terlebih dahulu ke bibir pantai sisi barat. Pemandangannya hampir sama dengan pemandangan di Laut Bekah, Gunungkidul. Aku berjalan menaiki bukit karang yang berada di tengah-tengah pantai. Hanya naik beberapa meter saja, keindahan pantai sisi barat pantai Batu Bengkung memang sangat cantik. Hijau rumput laut yang tumbuh di atas permukaan karang terlihat indah nan mencolok saat air laut surut.



  
Bibir pantai Batu Bengkung sisi barat.
HATI-HATI BER FOTO SELFIE!

Laguna/sungai alami (air asin)

Kiri-kanan : mbak Reni, aku, mbak Arris, mas Ris dan pak Eko

Mejeng dulu lah sama motor kesayangan. Hehe.. Dibelakang adalah pantai Bajulmati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar